Pendahuluan

Wilayah pesisir merupakan suatu sistem yang sangat dinamis, dimana terjadi proses fisik dan non fisik yang kompleks. Meskipun demikian, sebagian penduduk dunia hidup dan  beraktivitas  di wilayah  ini. Pemanfaatan  sumberdaya laut dan pesisir menyebabkan  perkembangan wilayah ini sangat pesat sebagai kawasan industri, perdagangan jasa, pemukiman, pertanian, serta pariwisata. Sementara itu, sistem pesisir tidak dapat lepas dari daerah aliran sungai, yang merupakan daerah hulu dimana air dan material berasal.  Daerah aliran sungai yang secara topografi dibatasi oleh igir-igir tertinggi, berfungsi sebagai penerima, penyimpan, dan penyalur air serta material di dalamnya yang diatur dalam suatu sistem hidrologi dan ekosistem. Bagian hilir DAS dapat berupa wilayah kepesisiran  dimana material  dan proses  darat  dan laut  bertemu. Masing-masing bagian daerah aliran sungai dan pesisir memiliki karakteristik yang berbeda sehingga potensi sumberdaya dan permasalahannya berbeda. Perbedaan karakter, sumberdaya, dan permasalahan ini harus diperhatikan sebagai dasar pembeda tindak pengelolaan yang sesuai.

Degradasi lingkungan yang terjadi di wilayah pesisir dan daerah aliran sungai baik di Indonesia maupun dunia merupakan salah satu dampak tindak pengelolaan yang kurang sesuai. Pengelolaan yang dilakukan sebaiknya mempertimbangkan kondisi fisik, sosial, termasuk potensi dan permasalahannya. Pembangunan ruang hidup dan berkembang penduduk perlu dilakukan dengan perencanaan matang, dengan mendasarkan proses dan karakter fisik dan sosial wilayah untuk mencegah degradasi lingkungan guna melaksukan pembangunan yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, pembuat kebijakan pengelolaan wilayah, akademisi, maupun masyarakat secara umum perlu mengetahui informasi dan pengetahuan mengenai dasar pengelolaan wilayah pesisir dan daerah aliran sungai secara lebih luas dan komprehensif. Potensi dan permasalahan yang khas pada setiap wilayah dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dan diskusi  yang aktual dan faktual  bagi akademisi maupun praktisi yang terlibat dalam bidang terkait.

Tahun 2016,  Fakultas Geografi  telah mengembangkan Kanal Pengetahuan Fakultas (KPF) untuk mendukung  pengembangan  Cyber Campus sebagai salah satu poin dalam Rencana Induk Kampus Universitas Gadjah Mada tahun 2012-2037. Cyber campusbertujuan untuk menyebarkan  ilmu pengetahuan, informasi, dan pendidikan berbasis web melalui program Kanal Pengetahuan Fakultas dan Menara Ilmu. Kanal Pengetahuan Fakultas (KPF) dan Menara Ilmu merupakan  sebuah portal daring atau kanal yang menghubungkan para praktisi, pembuat kebijakan, akademisi, dan pelajar serta mahasiswa 2dengan berbagai sumber pengatahuan dan informasi dalam lingkup kluster keilmuan. Pengembangan KPF  dan Menara Ilmu  didorong oleh beberapa hal antara lain: pengarusutamaan diseminasi pengetahuan dan informasi sebagai  public goods dan teknologi informasi dan telematika yang berkembang pesat.

Selaras dengan pengembangan  Cyber Campus  serta kebutuhan informasi dan pengetahuan mengenai pengelolaan pesisir dan daerah aliran sungai, Fakultas Geografi mengusulkan  Menara Ilmu Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai  dengan alamat website (http://ppdas.geo.ugm.ac.id)  sebagai salah satu subjek pada Kanal Pengetahuan Fakultas Geografi. Subjek tersebut akan melengkapi 3 subjek keilmuan yang telah dikembangkan pada tahun 2016, yaitu Kebencanaan (http://disaster.geo.ugm.ac.id/), Sustainable Development Geography  (http://sdgs.geo.ugm.ac.id/), dan  Participatory Mapping (http://geo-pj.participatorymapping.geo.ugm.ac.id/).

Pengembangan laman menara ilmu ini juga mendukung dan didukung oleh program Magister Perencanaan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS) Fakultas Geografi UGM (http://mppdas.geo.ugm.ac.id/). Kesinambungan pengembangan laman menara ilmu dapat terus dijaga mengingat sumberdaya manusia dalam MPPDAS yang  terus berkelanjutan. MPPDAS sendiri, saat ini tergabung dalam  Joint Master Degree in Food Security and Climate Change  yang diinisiasi oleh Southeast Asian University Consortium for Graduate Education in Agriculture and Natural Resources  (UC). Dalam konsorsium yang besar ini jaringan ilmu pengetahuan akan lebih mudah disebarkan dengan imbal balik diskusi yang berjalan lebih baik.  Pada saat yang sama, Fakultas Geografi tengah tergabung dengan program pembelajaran berbasis internet lainnya yaitu  Massive Open Online Course(MOOC).  MOOC  yang diinisiasi oleh Havard University,  menyediakan berbagai pengetahuan dan pelatihan (short course) online secara gratis, salah satunya dalam bidang lingkungan.  Fakultas Geografi tengah tergabung MOOC dalam studi  Ecosystem-based Disaster Risk Reduction bersama dengan jaringan keilmuan Center for Natural Resources and Development  (CNRD) dengan 15 Universitas dari 13 negara.  Dengan posisi ilmu pengetahuan mengenai pengelolaan pesisir dan daerah aliran sungai yang sangat penting dalam pembangunan daerah dan akan didukung oleh jaringan penyebaran yang luas, laman Menara Ilmu Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (http://ppdas.geo.ugm.ac.id/) diharapkan mampu menjadi wadah berbagi dan mengembangkan pengetahuan dan pengalaman bagi akademisi dan praktisi terkait.