Climatic Geomorphology

Pada abad ke 20, terutama di Jerman dan Perancis, climatic geomorphology (CG) menjadi pendekatan utama yang digunakan. Bagaimanapun, ide tentang pentingnya iklim dalam mempengaruhi proses dan perkembangan bentanglahan telah dimulai pada abad 19. Banyak peneliti melakukan penelitian dan investigasi di luar Eropa. Dalam pandangan CG, iklim-lah yang dianggap menyebabkan perbedaan perkembangan bentanglahan di muka Bumi, bahkan pada lintang yang tingginya sama. Banyak di antaranya yang melakukan ekspedisi ilmiah ke daerah yang awalnya hanya sedikit diketahui kondisinya bahkan pada daerah daerah yang secara politis atau kemungkinan distribusi logistik tidak memungkinkan. read more