Arsip:

Hidrologi

Shallow Groundwater (Airtanah Dangkal)

Pendefinisian kata airtanah dangkal selalu menjadi perdebatan. Mengapa definisinya begitu penting? Hal ini karena pada banyak aturan ekstraksi airtanah seringkali pengambilan oleh masyarakat dan industri dibatasi oleh istilah airtanah dangkal dan airtanah dalam. Shallow groundwater seringkali digunakan untuk menggantikan istilah airtanah bebas (lebih tepat airtanah tidak tertekan) di Indonesia, meskipun sebenarnya sangat tidak tepat. Sudut pandang dalam pendefinisian airtanah bebas adalah bahwa airtanah tidak dibatasi oleh lapisan impermeable (kedap air), sedangkan shallow groundwater adalah pengertian yang didasarkan pada kedalaman muka airtanah, tidak peduli ada atau tidaknya lapisan impermeable (kedap air). read more