Arsip:

Geografi

Pelapukan: Respon Batuan Terhadap Perubahan Suhu di Permukaan Bumi

Hasil kerja rock-breaking (disintegrasi) dan rock-decay (dekomposisi dan/atau pelarutan) di wilayah tropis didominasi oleh proses yang terkait dengan air hujan dan aliran air. Pada wilayah arid dan puncak-puncak gunung yang tinggi, di mana intensitas penyinaran matahari sangat tinggi, maka akan terjadi rentang perbedaan suhu yang besar saat siang dan malam hari. Kondisi demikian menyebabkan batuan yang telah tersingkap akan terus menerus dipanaskan dengan relatif cepat, dan mendingin dalam waktu yang cepat pula. read more

Ilmu Menjadikan Penglihatan tak Sekedar apa yang Nampak di Mata

Joseph Barrel dalam buku Geomorphology edisi ke tujuh yang ditulis oleh C.A. Cotton mengungkapkan nasehat demikian:

Bentanglahan yang mengalir dari waktu geologi dapat disamakan dengan panorama pada kinetoscope. Adegan berubah dari zaman ke zaman, dari dominasi proses satu ke proses yang lain. Laut, dataran dan pegunungan saling mengikuti dan saling mengganti satu sama lain melalui waktu tertentu, karenanya mestinya para traveller melihat mereka saling menggantikan dalam ruang dan waktu. Tetapi nyatanya tidak demikian. read more

Erosi dan sebuah pilihan

Semua massa batuan yang terekspos atau tersingkap di permukaan Bumi adalah objek bagi aksi proses kimia dan fisika yang terus menghancurkannya, di mana batuan tersebut akan terus melapuk, terdekomposisi dan mengalami keausan. Erosi adalah terminologi yang kompleks yang kadang prosesnya sulit diperhatikan dengan detail, namun hasilnya dapat kita lihat secara nyata, seperti air sungai yang keruh, jejak pedestal, jejak armour layer dan alur serta parit. Apa yang kita lihat tersebut adalah hasil kerja dari erosi, tapi bukan produk akhirnya, karena nyatanya saat agen geomorfologi kembali, maka proses pun akan terus berulang, lalu material akan dibuang seperti sampah dan kemudian terendapkan sebagai identitas yang baru (sedimen) dan beberapa di antaranya kembali menjadi seperti awal (menjadi batu) namun dengan sifat dan wujud yang mungkin berbeda (menjadi batuan sedimen). read more

Climatic Geomorphology

Pada abad ke 20, terutama di Jerman dan Perancis, climatic geomorphology (CG) menjadi pendekatan utama yang digunakan. Bagaimanapun, ide tentang pentingnya iklim dalam mempengaruhi proses dan perkembangan bentanglahan telah dimulai pada abad 19. Banyak peneliti melakukan penelitian dan investigasi di luar Eropa. Dalam pandangan CG, iklim-lah yang dianggap menyebabkan perbedaan perkembangan bentanglahan di muka Bumi, bahkan pada lintang yang tingginya sama. Banyak di antaranya yang melakukan ekspedisi ilmiah ke daerah yang awalnya hanya sedikit diketahui kondisinya bahkan pada daerah daerah yang secara politis atau kemungkinan distribusi logistik tidak memungkinkan. read more

Biogeomorfologi

Biogeomorfologi atau sering pula disebut dengan ekogeomorfologi adalah cabang dari Geomorfologi yang fokus pada interaksi antara ekologi dan proses geomorfik. Cakupan dalam hal objek kajian sangatlah luas, seperti hubungan ketergantungan dari mikroorganisme dan pelapukan pada permukaan singkapan batuan, serta interaksi antara tutupan lahan dan dinamika fluvial pada daerah aliran sungai (DAS). Interaksi biogeomorfik terjadi di semua wilayah terestrial di Bumi, mulai dari zona hyper-arid, glasial, hutan hujan tropis sampai dengan wilayah yang didominasi oleh aktivitas manusia. read more

Berdampingan Hidup dengan Gejolak Planet Bumi Tercinta

Letusan gunungapi dan gempabumi yang membentuk ancaman tektonik selalu hadir dalam kehidupan kita di Bumi. Ia adalah pengingat bahwa dalam interior planet kita terdapat energi yang sangat besar. Bumi adalah sebuah mesin panas yang sangat kuat yang disebabkan adanya pemecahan unsur radioaktif, yang pada gilirannya akan mendorong proses geologi yang bergesekan dengan kehidupan kita. Planet kita senantiasa bergejolak baik di bawah dan atau di permukaannya, tidak ada yang pernah stabil dan kadang sulit untuk memperkirakan kapan terjadi gejolak, sebesar apa, selama apa dan akan berdampak seperti apa. read more

Digging Deep and Peeling Away the Layers

Disarikan dari McGuire, B. 2002. Raging Planet

Seperti halnya bawang merah, Bumi terdiri dari lapisan konsentris yang mencerminkan proses geologi yang berjalan sejak awal pembentukannya. Lebih dari 4 milyar tahun yang lalu, diperkirakan Bumi merupakan massa cair yang homogen dan mendidih. Perlahan, berbagai proses geologi secara teratur memisahkan komponen-komponen yang berbeda dan membentuk interior lebih terorganisir seperti kondisi hari ini.

Kerak Bumi perlahan – lahan dari proses kristalisasi dan pendinginan magma, namun selam waktu geologi kerak Bumi juga telah mengalami modifikasi oleh pelapukan dan erosi, tertransportasi dan membentuk batuan sedimen. Beberapa yang lain mengalami perubahan sifat menjadi batuan metamorf. Meskipun nampaknya sangat stabil dan sangat layak untuk kehidupan mahkluk hidup, kadang kala gejolak pada kerak Bumi masih timbul dan kemudian menyebabkan terjadinya bencana. Selain itu, meskipun banyak orang mengira kerak Bumi sangatlah tebal, pada kenyataannya kerak Bumi hanyalah massa dengan volume kurang dari 1% volume Bumi dan massanya kurang dari 0,5% massa Bumi. read more

Risiko Lingkungan dan Respon Manusia Terhadapnya

Disarikan dari James S. Reichard. 2011.Environmental Geology.

Begitu banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia, baik yang memberikan banyak manfaat dan yang memberikan dampak negatif. Salah satu fenomena yang memberikan dampak negatif bagi manusia adalah kejadian bencana. Seringkali, dengan mengetahui suatu wilayah pernah mengalami bencana, maka wilayah tersebut akan dimasukkan sebagai kawasan rawan bencana, kemudian tidak dimanfaatkan sama sekali. Pemahaman ini tidak sepenuhnya salah, namun mestinya perlu dipertimbangkan kembali risiko lingkungan yang ada di wilayah tersebut. Risiko lingkungan didefinisikan sebagai sebuah kesempatan/peluang suatu proses alam atau suatu kejadian alam akan mengahasilkan dampak negatif kepada individu atau masyarakat secara keseluruhan. Bahasanan terkait dengan risiko lingkungan biasanya di pisahkan menjadi dua bahasan, yaitu peluang atau probabilitas kejadian dan dampak yang mungkin ditimbulkan. Oleh karenanya risiko lingkungan biasanya dirumuskan sebagai berikut: read more