Arsip:

Ekosistem

Literasi Lingkungan dalam Bingkai Geowisata Berkelanjutan

Seiring dengan berakhirnya era Millenium Development Goals (MDGs), sekitar 154 kepala negara dan pemerintahan yang tergabung dalam Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) secara resmi mengadopsi agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan pada siding ke-70 Majelis Umum PBB di New York. Agenda yang disepakati ini kemudian lebih dikenal sebagai agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda ini terdiri dari 17 tujuan.

Pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi yang dinamis tentunya memiliki peranan terhadap terlaksananya pembangunan berkelanjutan. Berbagai pendekatan seperti ekowisata dan geowisata diklaim akan memberikan peningkatan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, tidak salah apabila dalam agenda SDGs, sektor pariwisata setidaknya menempati tiga tujuan dari total 17 tujuan yang hendak dicapai. read more

DINAMIKA GARIS PANTAI MUARA SUNGAI PEMALI DAN SEKITAR

Wilayah pantai utara Pulau Jawa, atau biasa dikenal dengan nama Pantura (Pantai Utara), merupakan kawasan di bagian utara pulau jawa, yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa. Salah satu penciri kawasan pesisir, menurut Pallewata (2010), kawasan tersebut sangat dinamis karena merupakan pertemuan antara komponen hidrosfer, litosfer, dan biosfer. Proses yang terjadi di kawasan tersebut sangat kompleks, baik secara alami maupun campur tangan manusia. Kabupaten Brebes termasuk dalam salah satu kabupaten paling barat di Jawa Tengah yang berlokasi di kawasan pesisir utara. Kabupaten Brebes dilalui oleh sungai Pemali, yang mengalir dari selatan (hulu Tuk Sirah) menuju ke utara, yaitu laut Jawa. Karakteristik Laut Jawa yang memiliki gelombang atau arus lautnya cenderung tidak terlalu besar disertai dengan bermuaranya material sedimen yang terbawa oleh aliran sungai Pemali menyebabkan terbentuknya delta. Delta terjadi akibat proses fluvial dari sungai dan proses marine dari laut (Marfai, 2016). read more

EKOWISATA EKOSISTEM MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BREBES

Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan mempunyai wilayah pesisir. Masyarakat pesisir sering mengalami kerugian, karena adanya peristiwa erosi pantai (Coastal Erosion) yang mengakibatkan rusaknya kolam-kolam tambak. Upaya yang dilakukan masyarakat pesisir beserta pemerintah daerah Kabupaten Brebes untuk mengurangi meluasnya area yang tererosi, adalah dengan melakukan kegiatan penghijauan kembali wilayah pesisir berupa penanaman vegetasi mangrove. Selama kurun waktu lebih dari 15 tahun masyarakat pesisir dan pemerintah melakukan penghijauan, terutama jenis Rhizophora (bakau) dan Avicennia (api-api). Saat ini manfaat dari kegiatan tersebut telah dirasakan oleh masyarakat. Vegetasi mangrove hasil kegiatan penanaman tersebut telah mampu menghijaukan dan mempertahankan wilayah pesisir Kabupaten Brebes dari ancaman erosi pantai. read more

Mangrove Kabupaten Brebes dan Dampaknya Terhadap Ekologi Lingkungan

Memiliki karakteristik pedesaan dengan area tambak ikan, tambak garam serta lahan pertanian yang luas, pesisir Brebes cukup berbeda dengan pesisir Pantura lainnya. Kultur gotong royong setiap masyarakat masih terasa kental. Perumahan dan kawasan industri tidak memadati pesisir meskipun letaknya strategis pada jalur darat utama Pulau Jawa.

Akhir Juli 2017, peneliti dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada dipimpin oleh Prof. Muh Aris Marfai, berkunjung ke pesisir Brebes dan bertemu dengan beberapa penggiat restorasi mangrove serta jajaran pemerintah untuk mengetahui perkembangan rehabilitasi kawasan pesisir Brebes dan pengelolaannya. Kami dipandu oleh Mohamad Ali Mashuri,S.TP., M.Sc, M.Si., salah seorang pegawai pemerintah Kabupaten Brebes yang pernah bertugas di Dinas Perikanan dan Kelautan. Tim peneliti mengunjungi tiga titik rehabilitasi mangrove, yaitu Desa Sawojajar, Kaliwlingi, dan Randusanga Kulon. read more