Arsip:

Bencana

Bencana Banjir Bandang DAS Kokok Sambelia: Kajian Pendahuluan

Oleh: Tiara Handayani, Rizki Ghiffari, Surono, Aldhila Gusta (MPPDAS)

Kuliah Kerja Lapangan MPPDAS tahun 2017 dilakukan di Lombok Timur dengan lima fokus kajian utama. Salah satunya adalah kajian bencana banjir bandang DAS Kokok Sambelia. DAS Kokok Sambelia mengalami banjir bandang pada 9 dan 11 Februari 2017 akibat hujan lebat dan disertai angin kencang. Jaringan sungai yang berada di DAS Kokok Sambelia tidak mampu menampung tingginya debit sungai sehingga mengakibatkan bencana banjir bandang pada daerah hilir DAS dengan material sungai yang sangat banyak, didominasi oleh batu besar. Bencana banjir bandang di DAS Kokok Sambelia merupakan kejadian pertama sepanjang sejarah. Oleh sebab itu, analisis dampak banjir bandang baik fisik maupun sosial menjadi menarik untuk dikaji sebagai salah satu upaya pengelolaan DAS pasca bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis dampak kejadian banjir bandang Februari 2017 di DAS Kokok Sambelia, 2) menganalisis kejadian bahaya banjir bandang DAS Kokok Sambelia pada Februari 2017, 3) menganalisis perubahan morfologi sungai pasca kejadian banjir bandang Februari 2017 di DAS Kokok Sambelia, dan 4) menyusun alternatif pengelolaan DAS Kokok Sambelia pasca kejadian banjir bandang Februari 2017 pasca kejadian banjir bandang Februari 2017. read more

Karakteristik dan Dinamika Wilayah Kepesisiran Sebagian Kabupaten Lombok Timur

Oleh: Zulhan E, Komariah E, Gaby N.K, Andy W (MPPDAS)

Kuliah Kerja Lapangan MPPDAS 2017 di Lombok Timur fokus pada pesisir dan DAS termasuk potensi, dinamika, bahaya, serta kondisi sosial ekonomi dan pengelolaannya. Salah satu kajian yang dilakukan adalah kajian mengenai karakteristik dan dinamika wilayah kepesisiran. Pesisir merupakan wilayah yang memiliki arti penting bagi kehidupan manusia di muka bumi. Supriyanto (2003) mengatakan bahwa konfigurasi pantai di wilayah kepesisiran dapat disebabkan oleh kegiatan atau proses alami dan non alami (kegiatan manusia) baik yang berasal dari darat maupun dari laut. Aktivitas yang berlangsung di lautan dan daratan dalam jangka waktu tertentu menghasilkan berbagai tipologi wilayah kepesisiran disepanjang garis panta tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan proses genetik dan material penyusunnya. Bentuk pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam akan berbeda-beda disesuaikan dengan tipologi wilayah kepesisiran yang berkembang. Pemanfaatan dan pengelolaan yang tidak sesuai dengan jenis wilayah kepesisiran yang berkembang dapat menghasilkan kerugian hingga kerusakan di wilayah kepesisiran itu sendiri. read more

DINAMIKA GARIS PANTAI MUARA SUNGAI PEMALI DAN SEKITAR

Wilayah pantai utara Pulau Jawa, atau biasa dikenal dengan nama Pantura (Pantai Utara), merupakan kawasan di bagian utara pulau jawa, yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa. Salah satu penciri kawasan pesisir, menurut Pallewata (2010), kawasan tersebut sangat dinamis karena merupakan pertemuan antara komponen hidrosfer, litosfer, dan biosfer. Proses yang terjadi di kawasan tersebut sangat kompleks, baik secara alami maupun campur tangan manusia. Kabupaten Brebes termasuk dalam salah satu kabupaten paling barat di Jawa Tengah yang berlokasi di kawasan pesisir utara. Kabupaten Brebes dilalui oleh sungai Pemali, yang mengalir dari selatan (hulu Tuk Sirah) menuju ke utara, yaitu laut Jawa. Karakteristik Laut Jawa yang memiliki gelombang atau arus lautnya cenderung tidak terlalu besar disertai dengan bermuaranya material sedimen yang terbawa oleh aliran sungai Pemali menyebabkan terbentuknya delta. Delta terjadi akibat proses fluvial dari sungai dan proses marine dari laut (Marfai, 2016). read more

Sebelas tahun semburan Lumpur Sidoarjo – Lumpur apa itu?

Tepat 11 tahun yang lalu, tanggal 29 Mei 2006, masyarakat Sidoarjo dikejutkan dengan semburan lumpur di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo (Gambar 1). Lumpur tersebut terus mengalir sampai saat ini dengan debit rata-rata antara 104 sampai 105 m3/hari  (Satyana & Asnidar, 2008) dan telah menggenangi area seluas 650 ha (Jejeli, 2016). Sebanyak 19 desa pada Kecamatan Porong, Tanggulangin, dan Jabon tergenang lumpur, menyebabkan 11241 bangunan terkubur dan 39700 jiwa direlokasi, dengan kerugian ekonomi lebih dari 2,7 milyar dolar (BPLS, Mazzini et al., 2007, McMicheael, 2009). read more

Berdampingan Hidup dengan Gejolak Planet Bumi Tercinta

Letusan gunungapi dan gempabumi yang membentuk ancaman tektonik selalu hadir dalam kehidupan kita di Bumi. Ia adalah pengingat bahwa dalam interior planet kita terdapat energi yang sangat besar. Bumi adalah sebuah mesin panas yang sangat kuat yang disebabkan adanya pemecahan unsur radioaktif, yang pada gilirannya akan mendorong proses geologi yang bergesekan dengan kehidupan kita. Planet kita senantiasa bergejolak baik di bawah dan atau di permukaannya, tidak ada yang pernah stabil dan kadang sulit untuk memperkirakan kapan terjadi gejolak, sebesar apa, selama apa dan akan berdampak seperti apa. read more

Risiko Lingkungan dan Respon Manusia Terhadapnya

Disarikan dari James S. Reichard. 2011.Environmental Geology.

Begitu banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia, baik yang memberikan banyak manfaat dan yang memberikan dampak negatif. Salah satu fenomena yang memberikan dampak negatif bagi manusia adalah kejadian bencana. Seringkali, dengan mengetahui suatu wilayah pernah mengalami bencana, maka wilayah tersebut akan dimasukkan sebagai kawasan rawan bencana, kemudian tidak dimanfaatkan sama sekali. Pemahaman ini tidak sepenuhnya salah, namun mestinya perlu dipertimbangkan kembali risiko lingkungan yang ada di wilayah tersebut. Risiko lingkungan didefinisikan sebagai sebuah kesempatan/peluang suatu proses alam atau suatu kejadian alam akan mengahasilkan dampak negatif kepada individu atau masyarakat secara keseluruhan. Bahasanan terkait dengan risiko lingkungan biasanya di pisahkan menjadi dua bahasan, yaitu peluang atau probabilitas kejadian dan dampak yang mungkin ditimbulkan. Oleh karenanya risiko lingkungan biasanya dirumuskan sebagai berikut: read more