Pos oleh :

ferry.dwi.c

Sejarah Awal Penggunaan Terminologi Geomorfologi

Kata Geomorfologi pertama kali ditemukan pada literatur berbahasa Jerman 1858. Kemudian terminologi ini dotemukan pula pada tahun 1866 pada tulisan Emmanuel de Magerie dengan kata “la geomorphologie”. Terminologi Geomorphology dalam bahasa Inggris baru digunakan pertama kali tahun 1888. Terminologi ini kemudian digunakan secara resmi pada the Internasional Geological Congress pada tahun 1891 oleh McGee dan Paul.

Terminologi Geomorfologi mulai digunakan secara luas oleh USGS setelah tahun 1890an dan diterima secara umum sejak dilakukan kuliah umun Mackilder di Ipwoch, Inggris pada tahun 1895 ketika dia menyebutkan dalam papernya: read more

Sejarah awal Kajian Pelapukan Kimia (rock-decay) dalam Geomorfologi

Selama abad ke 19 penemuan dan penerbitan penelitian, serta penulisan buku dan jurnal telah menghasilkan pemahaman yang matang bagi para ahli Geomorfologi terkait dengan proses pelapukan mekanik (fisika), kimia dan biologi. Salah satu karya fenomenal kala itu yang merangkum dengan baik tentang pelapukan di adalah buku yang berjudul “A Treatise on Rocks, Rock-weathering and Soils” yang diterbitkan tahun 1897. Kajian tentang fenomena pelapukan kemudian berkembang menjadi ilmu pengetahuan sendiri yakni kajian pedologi dan ilmu tanah. read more

Proses dan Bentuk dalam Geomorfologi

Bentuklahan adalah objek material Geomorfologi. Hingga kurun waktub1980an, batasan kajian adalah bentuklahan pada permukaan Bumi di daratan, kemudian di tahun 1983 diusulkan sampai dengan bentuklahan di dalam laut dan lautan. Beberapa tahun ini, kajian Geomorphology sudah merambah sampai dengan kondisi Geomorfologi pada planet-planet dan satelit. Bentuklahan ada di mana-mana, jelas terlihat, terjadi pada berbagai skala geografis mulai dari bukit yang kecil sampai dengan lempeng tektonik, dan memiliki rentang hidup harian, bulanan, tahunan, abad bahkan ribuan tahun. read more

Planet Bumi yang Unik dalam Tragedi Umum

Bumi adalah planet yang unik di antara planet-planet lain di tata surya kita. Ya, unik karena Bumi memiliki sebuah lingkungan di mana kehidupan mampu berkembang, mulai dari bakteri-sel tunggal, tanaman, hewan dan manusia seperti kita. Setidaknya terdapat dua faktor penting yang menyebabkan perkembangan dari biosfer menjadi beragam seperti yang kita lihat sekarang ini. Pertama adalah bahwa jarak Bumi dari Matahari menghasilkan suhu permukaan dalam kisaran di mana air dapat eksis di wujud cair, padat dan gas. Faktor kedua adalah bahwa planet kita mampu mempertahankan atmosfer, yang pada gilirannya memungkinkan air untuk bergerak sebagai zat cair dan gas secara siklik. Masa di mana manusia mulai menempati biosfer sesungguhnya relatif sebentar dibandingkan dengan perkembangan Bumi yang diperkirakan mulai 4,5 milyar tahun yang lalu. Namun demikian, pertumbuhan penduduk yang cepat dikombinasikan dengan Revolusi Industri telah mengakibatkan manusia memiliki dampak yang luar biasa pada lingkungan permukaan Bumi. read more

Pelapukan: Respon Batuan Terhadap Perubahan Suhu di Permukaan Bumi

Hasil kerja rock-breaking (disintegrasi) dan rock-decay (dekomposisi dan/atau pelarutan) di wilayah tropis didominasi oleh proses yang terkait dengan air hujan dan aliran air. Pada wilayah arid dan puncak-puncak gunung yang tinggi, di mana intensitas penyinaran matahari sangat tinggi, maka akan terjadi rentang perbedaan suhu yang besar saat siang dan malam hari. Kondisi demikian menyebabkan batuan yang telah tersingkap akan terus menerus dipanaskan dengan relatif cepat, dan mendingin dalam waktu yang cepat pula. read more

Ilmu Menjadikan Penglihatan tak Sekedar apa yang Nampak di Mata

Joseph Barrel dalam buku Geomorphology edisi ke tujuh yang ditulis oleh C.A. Cotton mengungkapkan nasehat demikian:

Bentanglahan yang mengalir dari waktu geologi dapat disamakan dengan panorama pada kinetoscope. Adegan berubah dari zaman ke zaman, dari dominasi proses satu ke proses yang lain. Laut, dataran dan pegunungan saling mengikuti dan saling mengganti satu sama lain melalui waktu tertentu, karenanya mestinya para traveller melihat mereka saling menggantikan dalam ruang dan waktu. Tetapi nyatanya tidak demikian. read more

Erosi dan sebuah pilihan

Semua massa batuan yang terekspos atau tersingkap di permukaan Bumi adalah objek bagi aksi proses kimia dan fisika yang terus menghancurkannya, di mana batuan tersebut akan terus melapuk, terdekomposisi dan mengalami keausan. Erosi adalah terminologi yang kompleks yang kadang prosesnya sulit diperhatikan dengan detail, namun hasilnya dapat kita lihat secara nyata, seperti air sungai yang keruh, jejak pedestal, jejak armour layer dan alur serta parit. Apa yang kita lihat tersebut adalah hasil kerja dari erosi, tapi bukan produk akhirnya, karena nyatanya saat agen geomorfologi kembali, maka proses pun akan terus berulang, lalu material akan dibuang seperti sampah dan kemudian terendapkan sebagai identitas yang baru (sedimen) dan beberapa di antaranya kembali menjadi seperti awal (menjadi batu) namun dengan sifat dan wujud yang mungkin berbeda (menjadi batuan sedimen). read more

Climatic Geomorphology

Pada abad ke 20, terutama di Jerman dan Perancis, climatic geomorphology (CG) menjadi pendekatan utama yang digunakan. Bagaimanapun, ide tentang pentingnya iklim dalam mempengaruhi proses dan perkembangan bentanglahan telah dimulai pada abad 19. Banyak peneliti melakukan penelitian dan investigasi di luar Eropa. Dalam pandangan CG, iklim-lah yang dianggap menyebabkan perbedaan perkembangan bentanglahan di muka Bumi, bahkan pada lintang yang tingginya sama. Banyak di antaranya yang melakukan ekspedisi ilmiah ke daerah yang awalnya hanya sedikit diketahui kondisinya bahkan pada daerah daerah yang secara politis atau kemungkinan distribusi logistik tidak memungkinkan. read more

Biogeomorfologi

Biogeomorfologi atau sering pula disebut dengan ekogeomorfologi adalah cabang dari Geomorfologi yang fokus pada interaksi antara ekologi dan proses geomorfik. Cakupan dalam hal objek kajian sangatlah luas, seperti hubungan ketergantungan dari mikroorganisme dan pelapukan pada permukaan singkapan batuan, serta interaksi antara tutupan lahan dan dinamika fluvial pada daerah aliran sungai (DAS). Interaksi biogeomorfik terjadi di semua wilayah terestrial di Bumi, mulai dari zona hyper-arid, glasial, hutan hujan tropis sampai dengan wilayah yang didominasi oleh aktivitas manusia. read more

Berdampingan Hidup dengan Gejolak Planet Bumi Tercinta

Letusan gunungapi dan gempabumi yang membentuk ancaman tektonik selalu hadir dalam kehidupan kita di Bumi. Ia adalah pengingat bahwa dalam interior planet kita terdapat energi yang sangat besar. Bumi adalah sebuah mesin panas yang sangat kuat yang disebabkan adanya pemecahan unsur radioaktif, yang pada gilirannya akan mendorong proses geologi yang bergesekan dengan kehidupan kita. Planet kita senantiasa bergejolak baik di bawah dan atau di permukaannya, tidak ada yang pernah stabil dan kadang sulit untuk memperkirakan kapan terjadi gejolak, sebesar apa, selama apa dan akan berdampak seperti apa. read more