Literasi Lingkungan dalam Bingkai Geowisata Berkelanjutan

Seiring dengan berakhirnya era Millenium Development Goals (MDGs), sekitar 154 kepala negara dan pemerintahan yang tergabung dalam Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) secara resmi mengadopsi agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan pada siding ke-70 Majelis Umum PBB di New York. Agenda yang disepakati ini kemudian lebih dikenal sebagai agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda ini terdiri dari 17 tujuan.

Pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi yang dinamis tentunya memiliki peranan terhadap terlaksananya pembangunan berkelanjutan. Berbagai pendekatan seperti ekowisata dan geowisata diklaim akan memberikan peningkatan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, tidak salah apabila dalam agenda SDGs, sektor pariwisata setidaknya menempati tiga tujuan dari total 17 tujuan yang hendak dicapai.

Kabupaten Gunungkidul beberapa tahun belakangan terkenal dengan kemajuan pariwisata alamnya yang luar biasa. Salah satu objek wisata yang menjadi andalannya adalah Objek Wisata Minat Khusus Kalisuci yang terletak di Kecamatan Semanu. Objek wisata minat khusus Kalisuci menawarkan beberapa paket wisata, seperti cave tubing atau pengarungan aliran sungai yang masuk ke dalam gua dan kembali ke luar gua di sisi yang lain, susur gua, wisata budaya dan seni, serta wisata pendidikan berupa pengenalan kawasan karst dan segala fenomena yang terjadi di dalamnya. Wisata ini berkembang dengan pengelolaan masyarakat lokal yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kalisuci.

Objek wisata Kalisuci merupakan outlet dari sebuah sistem sungai permukaan yang memiliki cakupan luas. Sistem sungai permukaan yang berhilir di kalisuci merupakan DAS Jirak. DAS ini memiliki cakupan luas  pada tanah vertisol yang memiliki kandungan lempung yang tinggi. Hal ini menyebabkan hujan yang jatuh di DAS ini sebagian besar akan berubah menjadi aliran sungai, sehingga menyebabkan objek wisata kalisuci cukup rawan terhadap banjir dengan debit yang besar. Pada Tahun 2013, Fakultas Geografi UGM telah memulai membuat Early warning system terhadap banjir yang mungkin terjadi di Kalisuci. Namun demikian, sampai saat ini objek wisata ini belum memiliki sistem emergency response yang terkait dengan kecelakaan yang mungkin terjadi di lokasi wisata. Padahal, sistem emergency response memiliki urgensi yang tinggi mengingat wisata minat khusus memiliki risiko terhadap kecelakaan yang lebih besar dibandingkan dengan objek wisata yang lain.

Pengelolaan wisata minat khusus memiliki kerawanan yang sangat jauh berbeda dengan objek wisata yang lain. Objek wisata yang ditawarkan harus dikelola dengan sistem savety yang memadai. Hal ini sangat penting untuk menjaga persepsi masyarakat terkait dengan wisata minat khusus. Kecelakan yang terjadi di lokasi wisata minat khusus seperti Kalisuci akan menyebabkan persepsi yang buruk bagi wisatawan sehingga mengurangi minat mengunjungi objek wisata minat khusus. Kegiatan ini bertujuan untuk menginisiasi sistem emergency response di Kalisuci untuk dapat meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh kecelakaan yang mungkin terjadi, serta membangun persepsi yang baik tentang keamanan dan kenyamanan suatu objek wisata minat khusus.

Sektor pariwisata di Desa Jetis sudah berkembang dengan baik, salah satunya dapat dilihat dari banyaknya penduduk yang terlibat dalam aktivitas wisata baik secara langsung sebagai pemandu wisata dan operator cave tubing serta secara tidak langsung seperti penjual makanan, oleh-oleh, industri kreatif dan sebagainya. Namun demikian, ada satu kelompok yang justru tidak banyak terlibat dalam aktivitas pariwisata, yakni kelompok anak-anak. Padahal, anak-anak akan menjadi generasi penerus yang nanti akan menjadi pengelola wisata dan menentukan keberlanjutan wisata minat khusus Kalisuci. Keterlibatan yang kurang di usia kanak-kanak dikhawatirkan akan menyebabkan sedikitnya kepedulian dan akhirnya mengikuti jejak-jejak generasi sebelumnya yang lebih banyak bekerja ke kota dengan pendidikan terbatas. Oleh karena itu, maka kegiatan yang banyak melibatkan anak-anak seperti penyelenggaraan pendidikan, ruang bermain dan belajar di lokasi wisata menjadi sangat penting dilakukan.

Tim Fakultas Geografi UGM yang diwakili oleh Ahmad Cahyadi, S.Si., M.Sc. bersama dengan POKDARWIS Kalisuci pada tahun 2017 ini bekerjasama membangun perpustakaan lingkungan yang ditempatkan pendopo Kalisuci. Perpustakaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu arena belajar bagia pengelola, wisatawan, anak-anak dan masyarakat sekitar lokasi wisata. Perpustakaan ini diharapkan dapat menjadi media dalam meningkatkan literasi masyarakat, sehingga semakin tinggi pemahaman dan kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan. Kedepannya, perpustkaan ini kemudian dapat memberikan sumbangsih bagi pengelolaan wisata alam yang berkelanjutan dan berkemanfaatan bagi masyarakat.

1Pemanfaatan Perpustakaan Lingkungan di Lokasi Minat Khusus Kalisuci

 

2Pemanfaatan Perpustakaan Lingkungan di Lokasi Minat Khusus Kalisuci

3Kegiatan Belajar Bersama Anak-Anak di Lokasi Wisata Minat Khusus Kalisuci

4Kegiatan Belajar Bersama Anak-Anak di Lokasi Wisata Minat Khusus Kalisuci

[Author: AHMAD CAHYADI]

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.