Karakteristik dan Dinamika Wilayah Kepesisiran Sebagian Kabupaten Lombok Timur

Oleh: Zulhan E, Komariah E, Gaby N.K, Andy W (MPPDAS)

 

Kuliah Kerja Lapangan MPPDAS 2017 di Lombok Timur fokus pada pesisir dan DAS termasuk potensi, dinamika, bahaya, serta kondisi sosial ekonomi dan pengelolaannya. Salah satu kajian yang dilakukan adalah kajian mengenai karakteristik dan dinamika wilayah kepesisiran. Pesisir merupakan wilayah yang memiliki arti penting bagi kehidupan manusia di muka bumi. Supriyanto (2003) mengatakan bahwa konfigurasi pantai di wilayah kepesisiran dapat disebabkan oleh kegiatan atau proses alami dan non alami (kegiatan manusia) baik yang berasal dari darat maupun dari laut. Aktivitas yang berlangsung di lautan dan daratan dalam jangka waktu tertentu menghasilkan berbagai tipologi wilayah kepesisiran disepanjang garis panta tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan proses genetik dan material penyusunnya. Bentuk pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam akan berbeda-beda disesuaikan dengan tipologi wilayah kepesisiran yang berkembang. Pemanfaatan dan pengelolaan yang tidak sesuai dengan jenis wilayah kepesisiran yang berkembang dapat menghasilkan kerugian hingga kerusakan di wilayah kepesisiran itu sendiri.

Wilayah kepesisiran Lombok Timur merupakan salah satu wilayah pesisir yang tersusun atas beberapa tipologi dengan potensi serta permasalahan yang ada didalamnya. Saat ini, Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu tujuan wisata bagi banyak wisatawan mancanegara setelah Pulau Bali. Kondisi lingkungan pantai yang mendukung kegiatan tersebut belum disertai dengan pengelolaan yang bersifat holistik. Akhirnya beberapa permasalahan baru mula bermunculan dimulai dari degradasi lahan higga perubahan garis pantai akibat dinamika wilayah kepesisiran. Oleh karena itu perlu dilakukannya identifikasi karakteristik dan dinamika wilayah kepesisiran Lombok timur untuk diketahui strategi pengolahan yang dapat diterapkan agar tidak menimbulkan masalah.

Metode yang digunakan yaitu survei dan pengukuran langsung di lapangan. Pengukuran di lapangan mencakup aspek fisik kepesisiran seperti gelombang, angin, geomorfologi, profiling hingga pemotretan udara dengan UAV. Teknik sampling yang digunakan dalam menentukan titik pengamatan dilakukan secara purposive yaitu pada wilayah pesisir yang diperkirakan memiliki dinamika tinggi dilihat dari morfologi dan kenampakan dari citra. Hasil dari kegiatan lapangan kemudian dilakukan analisis data secara deskripsi kuantitatif.

Titik pengamatan di wilayah kepesisiran zona utara mencakup 3 lokasi di wilayah muara sungai di Sambelia. Kondisi karakteristik dari wilayah kepesisiran zona utara Kab.Lombok Timur memiliki ciri tipologi primer sub aerial deposition dan tipologi sekunder marine deposition coast. Tipologi tersebut dicirikan dengan 2 proses pembentuk morfologi kepesisiran yaitu proses pengendapan sungai dan gelombang maupun arus. Bentukan ini dapat dilihat pada gambar 1. Ditinjau dari dinamika kepesisiran, sebagian wilayah kepesisisran di lokasi kajian memiliki karakteristik gelombang kecil dengan arus yang tidak kuat. Hal ini disebabkan oleh karakteristik pesisir berada di selat serta terlindungi oleh teluk. Adapun sumber material berasal material Gunung Api Rinjani yang terangkut aliran sungai. Sedimen yang terangkut oleh aliran sungai didominasi oleh sedimen pasir vulkanik. Arus sungai yang lebih kuat dibandingkan oleh arus/gelombang laut mengakibatkan sedimen jauh masuk ke arah pesisir.

Zona tengah wilayah kepesisiran Lombok tengah memiliki tipologi wilayah kepesisiran yang lebih beragam, yaitu sub aerial deposition coast, bentukkan yang ditemui berupa mud flat yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove, marine deposition coas dengan pantai bergisik sebagai hasil endapan sedimen marin, wave erosion coast, dan anthropogenic coast yang ditandai dengan adanya pembangunan pelabuhan yang dikenal dengan Pelabuhan Labuan Haji (Gambar 2).  Di zona tengah juga dapat ditemukan beberapa pulau-pulau kecil yang dikenal oleh masayarakat setempat dengan sebutan Gili. Gili-gili tersebut merupakan pulau-pulau pasir yang terbentu sebagai hasil sedimentasi sedimen marin. Beberapa gili tersebut adalah Gili Pasir (Kapal), Gili Kondo, Gili Bidara, dan Gili Patagan. Gili-gili tersebut merupakan pulau tidak berpenghuni  yang saat ini di manfaatkan sebagai objek wisata Lombok Timur. Angin yang bertiup pada lokasi ini tergolong tenang dan sepoi-sepoi dengan gelombang yang terbentuk tidak besar. Kondisi  ini medukukng proses sedimentasi di sepanjang garis pantai di Gili-gili tersebut.

Gambar 1. Sedimentasi di muara sungai Sambelia (kiri) dan di muara Sungai Mananga (Kanan)

Gambar 2. Kondisi sedimentasi di Pelabuhan Labuan Haji (Kiri) dan Sedimentasi di GIli Pasir (Kapal)

Zona selatan wilayah kepesisiran Lombok Timur tersusun atas dinding-dinding batuan terjal dengan material penyusunnya berupa batuan karbonat. Letaknya berhadapan dengan samudra Hindia di Selatan. Tipologi pesisir primer yang terbentuk adalah land erosion coast,  dan marine deposition coast sebagai tipologi sekkunder. Pantai bergisik saku banyak di temukan di zona ini dengan material utama berupa pasir putih yang berasal dari perombakan terumbu karang di laut dangkal. Ditemukan perbedaan di beberapa titk pengamatan di zona selatan terkait kondisi oseanografi, khususnya kecepatan angin dan tinggi gelombang. Pantai Sorga merupakan salah satu pantai di zona selatan yang mempunyai kecepatan angin yang lebih kuat dari beberapa titik pantai di sepanjang wilayah kepesisiran Lombok Timur. Kecepatan angin tersebut mampu membentuk ombak setinggi 1.5-2 meter.

Pantai lainnya yang berada di zona selatan yaitu Pantai Ping yang memiliki karakteristik ombak yang lebih tenang dibanding Pantai Sorga karena terletak pada teluk tertutup sehingga pengaruh langsung dari Samudera Hindia tidak begitu tinggi. Secara umum Tipe pasang surut yang ada di daerah ini sama yaitu tipe pasangsurut harian ganda campuran dengan ketinggian pada saat pasang purnama mencapai 2.5 meter. Hasil pengolahan foto udara di Pantai Ping dapat ditunjukkan di Gambar 3.

Gambar 3. Foto Udara Wilayah Pesisir Ping

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.