Tantangan Ilmu Geomorfologi di Masa Mendatang

Kenneth J. Gregory (University of London dan University of Southampton) dan Andrew Goudie (School of Geography, Oxford University dan President of the International Association of Geomorphology) pernah menulis paper dengan judul “Introduction to the Discipline of Geomorphology” yang menjadi chapter pembuka pada buku “Geomorphology (The SAGE Handbook) yang mengungkapkan setidaknya terdapat Sembilan (9) tantangan Ilmu Geomorfologi di masa kini dan mendatang. Berikut ringkasannya:
1. Bagaimana masa lalu planet Bumi dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan masa sekarang dan masa depan planet Bumi?
Dalam hal ini beliau berdua menyatakan bahwa diperlukan tools dan teknik baru untuk dapat menganalisis catatan alamiah tentang evolusi Bumi dan lingkungan di atasnya yang tersimpan pada stalagmit, lingkaran tahun pada pohon, sedimen, startigrafi, struktur pasif dan aktif batuan, fosil dll) untuk membantu menjelaskan proses yang terjadi sekarang dan memprediksi perubahan permukaan Bumi di masa mendatang.
2. Bagaimana pola geospasial pada permukaan Bumi terjadi dan bagaimanakah kita dapat memahami dengan baik prosesnya?
Bagian ini beliau berdua menjelaskan bahwa teknologi observasional dan geospasial yang baru dan powerful akan memudahkan menganalisis pola geospasial yang terbentuk.
3. Bagaimanakah bentanglahan merekam iklim dan tektonisme?
4. Bagaimanakah reaksi biogeokimia pada bentanglahan terjadi dan bentuk bentanglahan apa saja yang kemudian terbentuk (respon bentanglahan)?
Pada bagian ini beliau berdua menjelaskan bahwa erosi kimia dan pelapukan pada bedrock telah menghasilkan tanah yang sangat penting bagi kehidupan serta telah berperan pula dalam evolusi bentanglahan dan siklus nutrien.
5. Bagaimanakah hukum transport material menyebabkan evolusi permukaan Bumi?
Diperlukan hukum matematis yang dapat menjelaskan secara detail dan terukur serta mendefinisikan dasar dari tingkat suatu proses seperti longsorlahan, erosi glasial, erosi kimia, sehingga diketahui dengan baik mekanisme dan tingkat evolusi bentanglahan.
6. Bagaimanakah ekosistem dan bentanglahan dapat saling berinteraksi, bersinergi dan saling mempengaruhi?
Sangat penting memahami keterkaitan ekosistem kehidupan, proses pada permukaan Bumi dan Bentanglahan.
7. Apakah yang mengontrol kerentanan dan daya tahan/ resistensi bentanglahan untuk berubah?
Perubahan bentanglahan sangat dipengaruhi oleh iklim, tektonisme, magmatisme dan volkanisme, dan aktivitas manusia. Maka aktivitas mana yang dominan berperan, mana yang akan menyebabkan bencana dan sebagainya harus dapat dipahami. Selain itu perlu pula pemahaman tentang magnitude dan durasi yang masih dapat ditahan oleh bentanglahan sampai tidak mengalami perubahan yang membahayakan.
8. Bagaimanakah bentanglahan akan berubah di era antroposen?
Diperlukan pemahaman, kemampuan prediksi dan adaptasi terhadap perubahan bentanglahan yang meningkat seiring dengan meningkatnya tekanan akibat aktivitas manusia. Diperlukan juga banyak kajian dampak aktivitas manusia terhadap bentanglahan.
9. Bagaimanakah ilmu Kebumian (termasuk Geomorfologi) dapat berkontribusi pada pembangunan keberlanjutan?

[Ahmad Cahyadi]

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*