Sejarah awal Kajian Pelapukan Kimia (rock-decay) dalam Geomorfologi

Selama abad ke 19 penemuan dan penerbitan penelitian, serta penulisan buku dan jurnal telah menghasilkan pemahaman yang matang bagi para ahli Geomorfologi terkait dengan proses pelapukan mekanik (fisika), kimia dan biologi. Salah satu karya fenomenal kala itu yang merangkum dengan baik tentang pelapukan di adalah buku yang berjudul “A Treatise on Rocks, Rock-weathering and Soils” yang diterbitkan tahun 1897. Kajian tentang fenomena pelapukan kemudian berkembang menjadi ilmu pengetahuan sendiri yakni kajian pedologi dan ilmu tanah.

Kajian tentang pelapukan fisika memang telah berkembang lebih dahulu. Kajian ini mempelajari pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu, dan akhirnya banyak digunakan sebagai dasar penelitian bagi ahli-ahli geomorfologi khususnya dengan kajian wilayah gurun seperti Walther (1900), Penk (1924) dan Hume (1925).

Kajian terkait pelapukan kimia abad 19 di antaranya adalah kajian pelapukan garam. Kajian ini banyak dilakukan setelah banyaknya kasus pelapukan tembok rumah dan bangunan lain yang terbuat dari batu. Di masa itu juga menjadi awal kajian tentang pelapukan yang disebabkan oleh membekunya air di dalam batuan yang kemudian menghasilkan pecahan-pecahan batuan. Kejadian pembekuan ini menyebabkan pertambahan volume air menjadi 9% dari volume awal ketika sudah membeku. Hal ini kemudian memicu terjadinya pelapukan, dimana susunan pertikel pada batuan akan terdesak oleh penambahan volume dari air di dalam batuan. .

Berdasarkan pada kajian pelapukan kimia di abad 19, maka kemudian membawa banyak peneliti melakukan penelitian tentang geokimia, kajian mineralogi dari produk dan proses pelarutan termasuk dengan melakukan uji dan simulasi laboratorium. Selain itu, di awal tahun 1900an, kajian pelapukan juga meliputi tentang kecepatan pelarutan pada batuan karbonat atau batuan lain, dan kajian tentang peranan penting organisme dalam mekanisme pelapukan kimia. Kajian ini kemudian terus berkembang hingga pada tahun 1900an awal kemudian mulai banyak muncul kajian tentang bentanglahan karst. Salah satu tokoh yang memulainya adalah Jovan Cvijic yang merupakab murid dari A. Penk.

Demikian kiranya, bahwa ilmu akan terus berkembang. Maka tugas kita semakin berat… Kita musti belajar ilmu yang telah ada, dan di satu sisi kita harus mengikuti bahkan memberikan sumbangsih untuk ilmu di masa kini dan mendatang….

 

Disarikan dari: Goudie, A.S. 2011. Geomorphology: Its Early History.

[Ahmad Cahyadi]

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*