Pelapukan: Respon Batuan Terhadap Perubahan Suhu di Permukaan Bumi

Hasil kerja rock-breaking (disintegrasi) dan rock-decay (dekomposisi dan/atau pelarutan) di wilayah tropis didominasi oleh proses yang terkait dengan air hujan dan aliran air. Pada wilayah arid dan puncak-puncak gunung yang tinggi, di mana intensitas penyinaran matahari sangat tinggi, maka akan terjadi rentang perbedaan suhu yang besar saat siang dan malam hari. Kondisi demikian menyebabkan batuan yang telah tersingkap akan terus menerus dipanaskan dengan relatif cepat, dan mendingin dalam waktu yang cepat pula.

Batuan-bataun yang tersusun atas banyak (heterogen) mineral akan memiliki respon yang jauh berbeda dengan batuan yang tersusun atas satu atau dua mineral saja. Batuan dengan susunan mineral yang beragam misalnya granit, andesit dan diorite, sedangkan contoh batuan yang tersusun atas mineral yang homogen misalnya kuarsa, kalsit dan batu gamping. Pada batuan dengan banyak mineral, masing-masing mineral akan merespon perubahan panas dengan karakter yang berbeda-beda, sehingga di dalamnya akan muncul pergesekan dan kondisi tidak harmonis karena respon yangtak seragam. Ini layaknya bola-bola yang tersusun dengan rapat, tiba-tiba masing-masing bola membesar dan mengkerut dengan ukuran yang beda, serta arah perkembangannyapun tidak mengikuti pola atau arah tertentu. Bubar akhirnya. Maka batuan dengan mineral heterogen umumnya menghasilkan hasil lapukan berupa material lepas-lepas seperti misalnya pasir atau bahkan menghasilkan sisa batuan berupa blok-blok batuan atau puing-puing batuan. Kondisi berbeda terdapat pada batuan yang memiliki mineral yang homogen, di mana mineral penyusun batuan akan merspon perubahan suhu dengan sifat dan pola yang sama. Hal ini menyebabkan batuan dengan mineral homogen tidak akan mudah hancur dengan cara yang sama seperti batuan dengan mineral hetererogen, namun akan cenderung membentuk lapisan-lapisan tipis (exfoliation) yang rapuh di bagian permukaan.

Disarikan dari: Cotton, C.A. 1958. Gemorphology, Revisi ke 7

[Ahmad Cahyadi]

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*