Digging Deep and Peeling Away the Layers

Disarikan dari McGuire, B. 2002. Raging Planet

 

Seperti halnya bawang merah, Bumi terdiri dari lapisan konsentris yang mencerminkan proses geologi yang berjalan sejak awal pembentukannya. Lebih dari 4 milyar tahun yang lalu, diperkirakan Bumi merupakan massa cair yang homogen dan mendidih. Perlahan, berbagai proses geologi secara teratur memisahkan komponen-komponen yang berbeda dan membentuk interior lebih terorganisir seperti kondisi hari ini.

Kerak Bumi perlahan – lahan dari proses kristalisasi dan pendinginan magma, namun selam waktu geologi kerak Bumi juga telah mengalami modifikasi oleh pelapukan dan erosi, tertransportasi dan membentuk batuan sedimen. Beberapa yang lain mengalami perubahan sifat menjadi batuan metamorf. Meskipun nampaknya sangat stabil dan sangat layak untuk kehidupan mahkluk hidup, kadang kala gejolak pada kerak Bumi masih timbul dan kemudian menyebabkan terjadinya bencana. Selain itu, meskipun banyak orang mengira kerak Bumi sangatlah tebal, pada kenyataannya kerak Bumi hanyalah massa dengan volume kurang dari 1% volume Bumi dan massanya kurang dari 0,5% massa Bumi.

Kerak Bumi dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni kerak samudra dan kerak benua. Keduanya berasal dari kristalisasi magma, di mana lempeng samudra mengalasi semua lempeng benua. Lempeng samudra lebih banyak tersusun atas batuan basa semacam basalt dan lempeng benua banyak disusun oleh material asam seperti granit.

Kita tidak perlu menggali terlalu jauh mencapai dasar kerak, yang berada lebih 6 mil (10 km) tebalnya di bawah cekungan laut dan mungkin menebal ke 50 mil (70 km) di bawah pegunungan tertinggi. Setelah menembus kerak, kita akan memasuki mantel, bagian dari Bumi yang sedikit diketahui sampai abad kedua puluh, tetapi sekarang tidak lagi misterius sebagai hasil dari metode geofisika yang relatif baru. Mantel sangatlah tebal. Ia menyusun ¾ volume Bumi dan menjadi 2/3 massa Bumi. Mantel diperkirakan bersifat padat dan memiliki suhu yang ekstrem (2.000oC), namun tekanan yang besar padanya menghambatnya untuk mencair. Hal itu terkecuali pada bagian tipisnya di bagian atas, di mana astenosfer berada (biasanya pada kedalaman 150 km atau 100 mil), di mana keseimbangan antara tekanan dan suhu tepat untuk memungkinkan pencairan sebagian.

Dalam tinjauan bahaya, astenosfer sangatlah penting, ia adalah sumber dari semua magma yang muncul sebagai gunungapi. Di antara lapisan astenosfer yang cair dan kerak Bumi yang padat terdapat lapisan mantel yang relatif padat. Lapisan ini dan kerak Bumi inilah yang sering disebut sebagai litosfer, bagian badat terluar dari Bumi. Litosfer ini terpecah-peca menjadi beberapa lempeng tektonik yang pergerakan, tumbukan dan pergesekannya akan menimbulkan gempabumi.

Mantel sendiri dibedakan menjadi mantel bagian atas dan mantel bagian bawah. Bagian ini dicirikan dengan banyaknya mineral olivine di dalamnya. Di bagian yang lebih dalam dari mantel terdapat inti Bumi, yang menyimpan banyak rahasia yang sampai saat ini masih sangat misterius. Sepertinya kita pantas memberikan apresiasi yang lebih bagi para ahli Geofisika yang menggunakan gelombang seismic yang dihasilkan oleh gempabumi untuk melihat lebih jauh ke dalam Bumi kita tercinta. Batas antara mantel dan inti Bumi diperkirakan terletak pada kedalaman sekitar 2.000 mil atau 3.000 km. Meskipun diperkirakan inti Bumi hanya menyusun sekitar 15% volume Bumi, namun dengan kandungan logam-logam yang relatif berat di dalamnya, maka ia menyumbang sekitar 1/3 massa Bumi.

Seperti halnya mantel, inti Bumi terdiri dari dua lapisan, tetapi kedua lapisannya memiliki sifat yang sangat berbeda. Inti Bumi yang berada di bagian dalam tersusun atas besi dan nikel yang padat, sedangkan inti luar adalah massa berputar dari logam cair yang menghasilkan medan magnet penting bagi Bumi dan membawa panas dari inti ke mantel bagian bawah. Dari sini panas dihantarkan menuju ke mantel atas, di mana ia mendorong pergerakan yang lambat dari lempeng di permukaan Bumi.

[Ahmad Cahyadi]

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.